MONAS | Sejarah Di Bangunnya Monumen Nasional (Monas)

loading...

Source image : pesona.travel

Monumen Nasional (Monas) adalah salah satu ikon kebanggaan warga provinsi DKI Jakarta pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Tugu Monas  sendiri mempunyai tinggi 132 meter, dengan ornamen  lidah api pada bagian atasnya yang terbuat dari bahan emas seberat 38 kilogram. Lidah api tersebut menggambarkan semangat perjuangan yang terus menyala dalam diri bangsa Indonesia.


Kompleks bangunan Monas meliputi area dengan luas sekitar 80 hektar. Pembangunan Monumen Nasional ini adalah inisiatif dari Presiden Republik Indonesia kala itu yaitu Ir. Soekarno. Sebagai arsitek pembangunan tugu Monas tersebut adalah  Frederich Silaban dan R. M. Soedarsono. Pembangunan tugu monumen nasional ini melalui tahapan yang panjang. Bahkan proses pembangunannya juga sempat terhenti karena meletusnya peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965.  Tahap awal pembangunan tugu Monas tersebut dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 dan dilakukan dalam tiga tahap.

Tahap pertama di mulai pada tahun 1961 sampai dengan tahun 1965. Pembangunan di mulai dengan dilakukan nya pembangunan pondasi tugu dengan pemasangan sebanyak 284 pasak beton dan 360 pasak bumi, dinding museum di dasar bangunan dan obelisk.

Pembangunan tahap kedua dimulai pada tahun 1966 hingga 1968, dan pembangunan tahap ketiga dimulai pada tahun 1969-1976 dengan menambahkan  sejumlah diorama di museum sejarah kemerdekan. Akhirnya Monumen  Nasional selesai di bangun dan diresmikan pada tanggal 12 Juli 1975 oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto dan mulai dibuka untuk masyarakat umum. 

Di sekeliling tugu Monumen Nasional terdapat taman, dua buah kolam yang cukup besar dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur baik Sabtu dan Minggu serta hari besar lainnya lapangan Monas ini dipenuhi oleh pengunjung yang ingin berekreasi menikmati pemandangan Tugu Monas dan melakukan berbagai aktivitas  ataupun sekedar berjalan - jalan didalam taman.

Area disekitar tugu Monumen Nasional tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan nama antara lain : lapangan Gambir, lapangan Ikeda, lapangan merdeka, lapangan Monas dan akhirnya sekarang di sebut sebagai Taman Monas.

Selain berfungsi sebagai tempat rekreasi bersama keluarga, Monumen Nasional juga sangat tepat jika di masukkan sebagai salah satu tempat wisata edukasi mengingat di dalamnya juga terdapat museum sejarah tentang perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan dulu. Museum tersebut sangat berguna dan bermanfaat untuk anak - anak sekolah dan juga generasi muda agar memahami perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia.

Demikian sekelumit ulasan tentang sejarah di bangunnya Monumen Nasional. Semoga berguna dan bermanfaat.



loading...

Post a Comment

0 Comments