MONAS | Daya Tarik Monumen Nasional (Monas)

loading...

image source : pixabay

Mengapa harus ke Monas ?

Monumen Nasional (Monas) merupakan tempat yang sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga karena selain kebersamaan di sana juga banya nilai – nilai edukasi yang akan di dapatkan oleh anak – anak. Jadi bisa katakana kalua Monumen Nasional (Monas) adalah salah satu tempat (spot) wisata sejarah. Di sekitaran Kawasan Monumen Nasional (Monas) akan kita jumpai area terbuka yang luas dan juga taman kota yang hijau dan tertata rapih. Tempat tersebut sangat cocok untuk bersantai Bersama keluarga.

image source : liputan6.com

image source : doc pribadi

image source : doc pribadi

Selain taman kota yang hijau, sekarang ini di Kawasan Monumen Nasional (Monas) juga ada pertunjukan air mancur menari. Biasanya pertunjukan ini dilakukan di sabtu malam dan minggu malam. Dengan tata lampu dan pencahayaan yang bagus maka atraksi air mancur menjadi semakin menarik dan indah, sayang kalau di lewatkan. Jam pertunjukan ada dua kali yakni pada pukul 19.30 dan pukul 20.30 WIB. Lama (durasi) untuk setiap sesi pertunjuan kurang lebih 30 menit.



image source : nativeindonesia.com

Kemudian di sekitaran pelataran tugu Monas juga terdapat relief - relief yang menggambarkan tentang sejarah. Relief – relief  tersebut disusun secara kronologis berdasarkan periode waktu kejadiannya.

Di mulai dari sudut timur laut, disana terdapat relief – relief  yang menggambarkan kejayaan Nusantara berupa sejarah kerajaan Majapahit dan Singasari. Kita bisa menyusurinya dengan perlahan searah jarum jam, yang menggambarkan masa-masa penjajahan kolonial, perlawanan bangsa Indonesia di masa lalu serta terdapat juga relief pahlawan nasional.


image source : nativeindonesia.com.

Di dalam tugu Monumen Nasional sendiri terdapat salah satu dokumen yang teramat penting yakni dokumen naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Naskah asli Proklamasi Indonesia tersebut disimpan di dalam kotak kaca dalam pintu gerbang berlapis emas. Ruangan di dalam cawan tugu Monas tempat menyimpan naskah proklamasi tersebut di namakan ruang kemerdekaan. Untuk menuju ke ruangan tersebut, maka anda bisa melewati tangga berputar dari pintu sisi sebelah selatan dan utara Monas.


Pintu yang menyimpan kotak naskah proklamasi dibuat dengan sistem mekanis dari perunggu seberat 4 ton dengan berlapis emas dihiasi ukiran bunga Wijaya Kusuma yang melambangkan keabadian, serta bunga Teratai yang melambangkan kesucian. Pintu ini terletak di sisi barat tepat di tengah ruangan dan berlapis marmer hitam. Pintu yang dikenal dengan nama Gerbang Kemerdekaan secara mekanis akan membuka seraya memperdengarkan lagu "Padamu Negeri" diikuti rekaman suara Ir. Soekarno yang tengah membacakan naskah proklamasi pada 17 Agustus 1945.



image source : wikipedia.org

Kemudian, di dalam tugu Monas juga terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia yang berada di bagian dasar monumen nasional, kurang lebih dikedalaman 3 meter dari permukaan tanah.
Museum Sejarah Nasional tersebut memiliki luas sekitar 80×80 meter persegi, dan dapat menampung 500 pengunjung. Bagi pengunjung tidak perlu khawatir kepanasan karena ruangan tersebut telah di lengkapi dengan sistem pendingin yang cukup baik.



image source : thetripcorner.com

Di dalam Museum terdapat kurang lebih 51 buah koleksi diorama yang memperlihatkan dan menggambarkan sejarah Nusantara mulai dari masa pra sejarah, masa kerajaan nusantara di masa lalumasa penjajahan kolonial Eropa, perlawanan para pahlawan bangsa Indonesia zaman dulu melawan penjajah Belanda dan VOC, masa pergerakan nasional, masa penjajahan oleh bangsa Jepang, Proklamasi kemerdekaan RI, sampai dengan masa orde baru.



image source : nativeindonesia.com

image source : thetripcorner.com


Beralih ke bagian atas tugu Monumen Nasional (Monas) yakni bagian Pelataran Puncak Monas. Anda bisa naik ke pelataran puncak Monas tersebut  melalui lift di pintu sisi selatan. Pelataran puncak Monumen nasional berukuran 11×11 meter, dan dapat menampung sekitar 50 orang. Namun untuk bisa menuju ke sana di perlukan kesabaran mengingat kapasitas lift yang terbatas dan antusiasme pengunjung yang tinggi membuat antrian menjadi padat. Jika memang mempunyai tujuan ke pelataran puncak Monas maka di sarankan anda dating lebih awal agar bisa mendapatkan antrian lebih awal, atau anda bisa berkunjung pada hari kerja (Workdays) sehingga antriannya tidak seramai ketika hari libur.



image source : doc pribadi

image source : thetripcorner.com

Beralih ke bagian luar tugu Monas yakni di area Lenggang Jakarta. Di sana anda bisa menikmati berbagai sajian kuliner makanan dan minuman khas Indonesia. Jenisnya juga cukup beragam mulai dari nasi timbel, soto betawi, sate madura, ayam taliwang, dan lain sebagainya.

Ketika anda merasa capek setelah berkeliling Monas maka anda bisa melepas haus dan lapar sambil beristirahat disini. Selain menjual makanan dan minuman , di area lenggang Jakarta juga terdapat  tempat yang menjual berbagai macam pilihan oleh-oleh ataupun cindera mata seperti kerajinan, kaos bergambar tugu Monas, Tshirt, dan lain – lain.

image source : nativeindonesia.com


Selain area lenggang Jakarta, pada sisi luar Kawasan monas juga terdapat area pejalan kaki yang cukup lebar dan nyaman. Dulu, sebelum adanya larangan pedagang kaki lima di Kawasan Monas kita bisa berphoto dengan badut, andong dan lain – lain, namun sekarang hal tersebut tidak bisa lagi karena sudah di larang oleh pengelola Kawasan Monas. Hal ini tentu demi kenyamanan pengunjung itu sendiri.


image source : thetripcorner.com

image source : doc pribadi


Ketika sudah puas rekreasi sekaligus wisata di Kawasan Monas maka sebaiknya anda jangan buru – buru pulang dulu ke rumah. Ternyata ada satu bentuk wisata baru yang bisa anda nikmati di sini. Namanya adalah City Tour. Dari kawasan Monas, kita bisa mengelilingi Jakarta dengan menaiki bus City Tour Jakarta. Kita bisa naik bus ini di halte yang bertandakan “City Tour”, letaknya berada dipintu Monas yang didekatnya terdapat patung kuda Arjuna Wijaya.

image source : thetripcorner.com

Hebatnya anda tidak perlu membayar biaya sepeser pun alias gratis untuk menikmati wisata tersebut.

Berikut ini adalah rute lengkap bus City Tour Jakarta:


Hari Senin – Jumat (9 halte): Halte Bundaran (HI) Hotel Indonesia – Halte Museum Nasional – Halte Pecenongan – Halte Pasar Baru – Halte Masjid Istiqlal – Halte Monas 1 – Halte Monas 2 – Halte Balai Kota – Halte Sarinah.


Hari Sabtu – Minggu (5 halte): Halte Bundaran (HI) Hotel Indonesia – Halte Museum Nasional – Halte GKJ Sarinah – Halte Masjid Istiqlal (Monas 1), Halte Balai Kota (Monas 2).

Demikianlah beberapa hal yang menjadi daya tarik kawasan tugu Monumen Nasional (Monas). Semoga berguna dan bisa menjadi referensi anda sebelum berkunjung ke kawasan Monas Jakarta.

loading...

Post a Comment

0 Comments